Menangani Penyalahgunaan Narkotika Pada Remaja

Kasus penyalahgunaan narkotika semakin hari semakin meningkat. Mirisnya jumlah dari kalangan remaja juga semakin meningkat. Pergaulan bebas, dan kurangnya peran orangtua memantau anak menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka pengguna narkotika di kalangan remaja. Rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkotika.

Penyalahgunaan narkotika sebagian besar diawali dengan rasa ingin coba-coba di antara lingkungan pergaulan. Semakin lama penggunaan narkotika maka risiko kecanduan pun semakin tinggi. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka dosis narkoba yang dipakai pun juga akan semakin tinggi untuk mencapai kondisi yang diinginkan (teler atau ngefly), sampai pada titik tak mampu lagi melewatkan satu hari tanpa narkotika tanpa merasakan sakau.

Ada beberapa gejala yang menunjukkan ciri seseorang terjerat penyalahgunaan narkotika berada dalam tahap kecanduan. Ia biasanya menunjukkan keinginan untuk mengonsumsi narkotika lebih sering. Bisa setiap hari atau beberapa kali dalam sehari. Dosis yang dibutuhkan juga semakin besar, sampai-sampai keinginannya untuk memakai narkoba tak lagi bisa ditahan. Bila sudah sampai tahap ini, pengguna pasti akan punya stok narkotika untuk dirinya dan rela menghabiskan uangnya demi memenuhi ketersediaan narkotika yang ia butuhkan. Tak jarang karena sangat inginnya terpenuhi kebutuhannya akan obat terlarang ini, penggun sampai melakukan tindakan criminal

READ  Kenali penyebab kanker lambung sejak awal

Selain itu, gejala yang muncul akibat pemakaian narkotika yakni terganggunya pola piker, daya ingat menurun, dan dorongan yang begitu kuat untuk memakai narkotika sampai tidak bisa ditahan. Bagi remaja tentu akan berdampak pada penurunan prestasinya di sekolah atau perkuliahan. Sering tidak masuk dan menarik diri dari berbagai macam aktivitas di lingkungannya. Tak lagi nampak berenergi dan termotivasi. Ia lebih sering mengurung diri bahkan sampai terjadi perubahan dalam kehidupan bersosialnya.

Kunci menangani penyalahgunaan narkotika adalah dengan melakukan rehabilitasi secepat mungkin. Maka dari itu, butuh psikiater atau ahli adiksi yang dapat menangani pasien ketergantungan narkotika. Biasanya para pecandu narkotika ini seringkali menyangkal kondisinya sehingga membuatnya sulit untuk direhabilitasi. Sehingga dibutuhkan peran keluarga atau orang terdekatnya untung mendorong pasien melakukan rehabilitasi.

READ  Mengenali Penyebab kanker air liur

Selama rehibilitasi pasien juga akan ditangani dengan obat-obat yang jelas-jelas akan berada dalam penanganan dokter. Obat tersebut akan membantu mengurangi keinginan para pasien memakai narkoba. Dilansir dari Alodokter, beberapa jenis obat seperti naltrexone akan menghalangi efek narkotika berupa perasaan senang, bahagia, meredanya rasa sakit, atau yang biasa disebut efek ngefly.

Menangani penyalahgunaan narkoba juga butuh konseling. Pada proses ini, pasien akan dibantu menggali penyebab ia memulai memakai narkoba dan membantu pasien selama program pemulihan supaya dapat kembali hidup dengan sehat. Bagi remaja tentu proses ini juga sangat penting. Mereka masih punya masa depan yang harus ditata lagi. Konselor bertanggung jawab memahami penyebab ia mulai kecanduan dan membimbing para remaja ini untuk kembali pulih. Ia juga harus memahami kondisi social pasien yang mendorong ia mulai memakai narkoba. Selain konselor, dukungan moral dari orang terdekat juga menjadi aspek penting lainnya dalam menangani penyalahgunaan narkotika.

READ  Cara pengobatan kanker air liur

Selama rehabilitasi, pengguna narkotika ini harus melewati tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi). Pada proses ini pecandu harus menghentikan konsumsi narkotikanya di bawah pengawasan dokter untuk mengurangi gejala sakau.  Tahap berikutnya, tahap rehabilitasi non medis, yaitu dengan mengikuti berbagai program yang ada di tempat rehabilitasi, misalnya program therapeutic communities (TC), pendekatan secara agama, atau dukungan baik moral maupun sosial. Yang terakhir, tahap pembinaan, yang akan memberikan kegiatan kepada pasien sesuai minat dan bakat. Jika sudah melewati tahap ini maka ia diperbolehkan kembali hidup bersama lingkungan masyarakat.

Di antara cara-cara menangani penyalahgunaan narkotika tadi, cara yang perlu dimasifkan sekarang adalah terus melakukan sosialisasi bahaya dan dampak narkoba. Terutama para remaja. Bisa nampak pada laman BNN yang selalu update kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba di kampus-kampus dan sekolah. Mendorong remaja untuk aktif dalam kegiatan positif juga perlu supaya waktu mereka teralihkan pada hal-hal positif saja dan bukannya terseret pergaulan buruk.

 

Sumber referensi: klikdokter.com

Sumber gambar: kompas.com