Kenali 5 Ciri-ciri Gejala Stress Jika Terjadi pada Anak

Stress merupakan gejala penyakit psikologi karena tekanan kondisi lingkungan. Tidak sedikit penyakit tersebut memicu beberapa penyakit fisik mengerikan. Salah satunya asam lambung, bahkan jantung. Karena perkembangan teknologi semakin canggih. Anak-anak kecanduan game dan internet. Kegiatan tersebut memicu stress berlebihan. Mengakibatkan dampak negatif hubungan antara anak dan orang tua.

Anak menjadi tidak mendengarkan nasehat orang tua lagi. Menurut Jennifer Shroff Pendley, PhD dari The Society of Pediatric Psychology Board dilansir dari detikHealth.com, penyebab stress pada anak, karena terlalu banyaknya kegiatan. Orang tua perlu mengenali gejala penyakit psikologi tersebut. Supaya anak menjadi sehat kembali.

Berikut adalah 5 ciri-ciri stress yang sering terjadi pada anak. Kamu bisa mendeteksi sejak dini agar bisa mencegahnya. Karena penyakit psikologi tersebut mengganggu kinerja organ tubuh yang lain.

Sering Mengalami Sakit Perut

Seperti dilansir detikHealth.com, anak-anak yang terkena gangguan psikologi akan mengalami sakit perut. Harus segera mendapatkan pertolongan dokter. Karena akan mengganggu kualitas tidur anak.

READ  Kenali penyebab kanker lambung sejak awal

Kamu bisa mencegah ciri-ciri penyakit stress dengan mengonsumsi buah dan sayur. Meminum tanaman herbal dari alam bisa meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki pencernaan.

Menjadi Pasif

Saat anak mengalami gangguan psikologis atau lelah berpikir, bisa membuatnya menjadi pasif. Dilansir detikHealth.com, saat mengalami kondisi semacam ini. Dia tidak mau bermain bersama teman-teman yang lain.

Sehingga, dilansir alodokter.com menyarankan orang tua wajib mendengarkan cerita anak. Jika anak masih tertutup, kamu bisa mengajaknya bercanda. Karena kedekatan antara orang tua dan anak bisa meminimalisir penyakit stress. Anak akan menceritakan masalanya yang membuat merenung dan pasif.

Menurunnya Kualitas Tidur

Dilansir detikHealth.com, menurunnya kualitas tidur ditandai mimpi buruk. Anak akan ketakutan saat menjelang tidur. Mereka lebih memilih terjaga hingga pagi hari. Kondisi tersebut bisa membuat kesehatan anak menurun secara drastis. Berbagai macam penyakit fisik, seperti insomnia mengganggu metabolisme.

Sebagai orang tua bisa menemani tidur anak. Kamu bisa menceritakan dongeng sebelum tidur supaya anak merasa nyaman dan melupakan mimpi buruknya.  Dilansir dari alodokter.om, bisa jadi gejala stress tersebut karena padatnya aktivitas di siang hari. Sementara waktu, jauhkan anak-anak dari jangkauan ponsel. Saat sudah tertidur pulas, matikan lampu kamar. Supaya terhindar dari kanker.

READ  Mengenali Penyebab kanker air liur

Menjadi Tantrum dan Agresif

Beberapa karakter anak yang mengalami gangguan psikologis cenderung agresif. Seperti marah, berperilaku aneh, melawan orang tua, atau menjadi tantrum yaitu menangis histeris. Kondisi tersebut harus mendapatkan penanganan tepat. Dilansir detikHealth.com, mengurangi perilaku negatif tersebut bisa melalui olahraga atau mengembangkan potensinya.

Anak mengalami tantrum, sudah masuk kategori ciri-ciri stress. Dilansir alodokter.com, orang tua juga bisa mengajaknya liburan di tempat kesukaan anak. Orang tua harus memberikan motivasi positif, agar kesehatan psikisnya tetap terjaga dengan baik. Bebaskan pula aktivitas anak selama positif. Namun, berenang atau bermain air di alam terbuka bisa membuat suasana hati anak lebih nyaman. Usahakan juga tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah.

READ  Gejala, Penyebab, dan Diagnosis Kanker Lambung yang Perlu Anda Ketahui

Menurunnya Daya Ingat

Menurunnya daya ingat pada anak bisa disebabkan beberapa hal. Misalnya, dilansir alodokter.com gejala tersebut karena menonton konten dewasa. Bergaul dengan teman-teman yang salah membuat semangat belajarnya menurun. Anak akan merasa tertekan dengan nilai yang ingin diraih. Akibatnya, dilansir detikHealth.com daya kosentrasi menurun.

Orang tua bisa memuji setiap presetasi anak. Jika anak mengalami kegagalan, orang tua tetap memberikan motivasi positif. Buatlah anak selalu tersenyum dan merasa senang dengan dirinya sendiri. Dilansir alodokter.com, kamu bisa mendampingi anak setiap memegang gadget.

Demikian ciri-ciri stress yang dialami anak. Secara umum, peran orang tua sangat penting untuk pertumbuhan buah hati. Supaya menjadi anak yang berkualitas untuk dirinya dan orang lain. Selain itu, pastikan pula gizi anak seimbang. Kamu bisa memberikan motivasi setiap kali anak bangun dan menjelang tidur.

 

Sumber gambar :

Kemkes.go.id